IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Ketika sakit datang

Entah apa yang terjadi pada diriku di hari Ahad pagi.....
Aku merasa ada yang ganjal di kepalaku tapi sedikit... maka tak kuhiraukan. Aku lanjutkan pekerjaanku. kebetulan di minggu UTS santri ini aku kedapatan jadwal piket bagian. Aku kerja full... tapi saat jam menunjukkan pukul 11.00, kepalaku mulai terasa pening. Aku tak kuat... segera kuganti kemejaku dengan kaos, kutulis laporan dan menyerahkannya ke panitia ujian lalu kembali ke lab DCC. Ough... pusing... lalu.. lalu.. lalu.... bleg... aku tak sadarkan diri...

Beberapa menit kemudian, terdengar suara agak ramai... "jih.. jih.. kamu ngajar kan siang ini?? ooii.. oi.. bangun... udah jam dua tuh...". mendengar suara itu aku segera mencari di mana aku bisa melihat jam... tepat di depanku komputer masih menyala. kulihat ke ujung bawah kanan. ternyata jam masih menunjukkan pukul 12:45 ... Aaahh bohong semua... tapi aku masih duduk lemas.. rasa pusing masih menyelimuti kepalaku. beberapa menit kemudian aku berdiri dan pergi ke kamar mandi. niatku hanya ingin berwudhu tapi... perutku sakit... aku ingat... sejak pagi aku sudah buang air sebanyak 5 kali... apa jangan-jangan aku kena diare? wah... terjawab di BABku ke enam ini... okelah... badanku lemas tapi aku mencoba memaksakan untuk jalan ke kantor pendataan. di sana aku sholat dzuhur dan istirahat sejenak. lalu menulis persiapan mengajar dan mengenakan full dress ku lalu serta merta pergi ke kantor guru untuk minta tanda tangan baru aku pergi ke kelas. di kelas aku tak bisa berteriak padahal aku mengajar bahasa Inggris... Owh... yah.. aku berusaha semaksimal mungkin. setelah bel berbunyi, segera kututup dan pergi ke kamar serta merebahkan tubuhku.
Waktu Ashar tiba. Aku Sholat Ashar dan lagi-lagi buang air. Sudah ke 11 kalinya mungkin. Owh... Ya Allah... dosaku mungkin terlalu banyak... aku tersiksa... aku tak bisa melakukan apa-apa.
Setelah sholat, kupaksakan diriku untuk pergi ke balai kesehatan guna meminta obat diare. Setlah itu ak ke cafe untuk membeli sebungkus nasi karena dari tadi siang aku belum menelan sesuap nasipun. walhasil, aku tak jadi beli karena suatu hal yang tak perlu diomongkan karena menyangkut masalah sifat orang lain.
Adzan Maghrib berkumandang. Aku meminta tolong temanku untuk membeli nasi dua sekaligus untukku dan untuknya juga. sambil menunggu, aku berbaring sambil menelungkup karena kedinginan. Mana perutku sakit. Setelah temanku datang, segera ku ambil sebungkus nasi dan memakannya pelan-pelan.... usai makan, kuambil air wudhu kemudia Sholat lalu minum obat dan..... istirahat... Saat Isya', aku terbangun untuk sholat kemudian istirahat lagi. Tidurku benar-benar terganggu karena tiap 2 jam pasti ke kamar mandi untuk buang air. Keesokan harinya, sudah agak mendingan. di tengah hari aku merasa bahwa selama aku sehat, aku selalu membuang-buang waktuku untuk tidur, bercanda dan hal yang tak penting lainnya. Aku menyesalinya dan aku beranji jika sembuh aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku. Pikiranku jadi tertumpuk saat itu karena adikku menelepon untuk dijenguk. Aduh... di saat aku sakit adikku tak mau mengerti kalau aku sakit malah minta dijenguk dan bersikeras ingin pulang ke rumah tak peduli entah aku bilang sakit atau sesibuk apapun. Untungnya, aku sempat telepon rumah dan Bulik (tante) ku sudah menyiapkan dua ustadzah pengasuhan santri untuk mengurusi adikku jadi aku tak usah repot-repot ke ngawi menjemput adikku. aku bisa bernafas lega. Tapi astu hal lagi yang membuat aku khawatir. hari kamis ada Muharram Cup yang diadakan di Gontor 1. Aku sempat ditunjuk untuk mengikuti turnamen bulutangkis di Muharram Cup. Aku bingung apakah aku masih diikutkan atau tidak? karena selama ini tak ada kabar datang kepadaku tentang koordinasinya, para peserta haruis bagaimana... ternyata setelah aku lumayan sembuh di hari selasa malam (kebetulan hari itu adalah puasa Asyuro'. Meskipun sakit aku tetep puasa. Hehehe.. ga sombong lho..) aku pergi ke dapur guru untuk makan malam dan tertempel di sana nama2 peserta lomba plus dia naik apa. Ku cari namaku ternyata tidak ada.... sampai saat ini masih menjadi pertanyaan bagiku.. apakah aku masih diikutkan atau tidak??? yah... apapun yang terjadi... terjadilah... tak ada akupun Gontor 3 bisa menang... ada aku juga mungkin kalah... (eits... pesimis) gimana lagi... Hm... ini evaluasi bagiku untuk terus menjadi lebih baik dari kemarin.....

Komentar

Posting Komentar

Komentarin ya! Saya seneng banget kalau dikomentarin. Terima Kasih :)