IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Serunya Nimbrung di Baitul Arqam PCIM & PCIA Malaysia

Alhamdulillah, Luar Biasa, uhuy, uhuy, Masya Allah, Yess!!

Bagi pembaca yang ikut agenda Baitul Arqam PCIM & PCIA Malaysia kemarin (18-19 November 2023), pasti tahu bagaimana serunya kondisi pada foto di atas. Seakan-akan mendengar suara lucu, mengesankan, kocak nan menyemarakkan. 

Foto di atas adalah salah satu bagian seru saat penyampaian kesan peserta di penutupan Baitul Arqam. Yang terpilih menyampaikan adalah Pak Sulton Kamal, salah satu pengurus di Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia periode ini. 

Nah, sebelum memulai penyampaian pesan dan kesan, beliau memulai yel-yel yang beliau ciptakan untuk para peserta bapak-bapak. Yel-yelnya seperti di caption foto di atas, sambil ada gerakan-gerakan persis seperti di foto. Saat Pak Sulton memimpin yel-yel, semua peserta bapak-bapak bahkan para instruktur penuh sukacita mengikuti yel-yel. Benar-benar menggemparkan dan menyemarakkan plus dibarengi dengan gelak tawa serta tepuk tangan. Hahahaha, bener-bener seru! Untung waktu itu saya segera berdiri agak ke depan dan menyiapkan hape untuk menjepret momen ini. Jadilah foto di atas. 

Eits, sebelum cerita soal hari H Baitul Arqam. Saya mau cerita awalnya gimana saya tiba-tiba muncul di Baitul Arqam. Bukan sebagai peserta, tapi sebagai panitia.

Pada 2023 lalu saat pembentukan pengurus PCIM Malaysia, saya diajak untuk bergabung di kepengurusan. Tepatnya di Majelis Kader dan Pengembangan Organisasi (MKPO). Karena kondisi studi yang kepepet dan ketidakmampuan saya menjangkau aktivitas PCIM lebih jauh, maka saya dengan hormat menyampaikan ketidaksanggupan untuk bergabung. 

Salah satu kawan saya, Ahmad Azzam Al Qoyyimuddin, juga diajak bergabung di MKPO dan langsung mengiyakan. Kami sempat ngobrol soal keterlibatan di kepengurusan PCIM. Setelah saya sampaikan problem di atas, Azzam memahami. Nantinya jika PCIM mengadakan Baitul Arqam, saya berjanji akan melibatkan diri sebagai panitia.

November kemarin, PCIM berhasil mengadakan Baitul Arqam. Alhamdulillah dan sangat saya syukuri, saya bisa melibatkan diri di kepanitiaan. Akhirnya banyak belajar serta tipis-tipis mengimplementasikan apa yang saya pelajari di IMM dulu soal keinstrukturan.

Keseruannya

Bagaimana tidak seru, saya bisa aktif ber-Muhammadiyah di Malaysia ya melalui agenda-agenda PCIM Malaysia. Setidaknya, peran saya jadi sedikit naik level, bukan sekadar foto-foto doang atau meramaikan, tapi lebih ke arah konseptor. 

Serunya lagi adalah karena semakin mengenal bapak ibu kader-kader Muhammadiyah Malaysia yang aktif dan enerjik. Beliau-beliau adalah bukti konkrit bahwa ber-Muhammadiyah bisa di mana saja. Kebanyakan beliau-beliau adalah Pekerja Migran Indonesia. Walaupun sambil bekerja, semangat berorganisasinya kuat banget. Segala bantuan dikerahkan bahkan tanpa pikir panjang. Saya merasa sangat bangga bisa kenal dengan bapak ibu pimpinan dan para anggota Muhammadiyah di Malaysia.

Yang menarik juga adalah, karena sejak awal yang membangun komunikasi dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah adalah saya sendiri, maka komunikasi dengan bapak ibu instruktur jadi lumayan intens. Komunikasinya sejak sebelum acara, sampai detik-detik mengantarkan para instruktur ke bandara KLIA. Seneng banget rasanya bisa belajar dan kenal beliau-beliau. Dan, itu adalah pengalaman pertama saya mempelajari tentang Baitul Arqam. Setidaknya konsepnya mirip Darul Arqam Dasar (DAD) di IMM. Selain itu, itulah kali pertama saya mengantar tamu dari Kuala Lumpur sampai ke bandara KLIA yang ternyata cukup jauh dari pusat kotanya.

Semoga, di manapun saya berada nanti, saya tetap bisa ber-Muhammadiyah. Apapun dinamikanya, saya bangga jadi kader Muhammadiyah. Islam Agamaku, Muhammadiyah Gerakanku.

Komentar